Anjuran Untuk Ibu Hamil

1)    Makanan bagi ibu hamil

Menurut Pantikawati (2010; h. 89-90), kebutuhan gizi ibu hamil:

  1. Pada kehamilan TM I (minggu 1-12) kebutuhan gizi masih seperti biasa.
  2. Pada kehamilan TM II (minggu 13-28) dimana pertumbuhan janin cepat, ibu memerlukan kalori + 285 dan protein lebih tinggi dari biasanya menjadi 1,5 g/kg BB.
  3. Pada kehamilan TM III (minggu 27-lahir) kalori sama dengan TM II tetapi protein naik menjadi 2 g/kg BB.

2)    Higiene selama kehamilan

Ibu hamil dan menyusui juga penting memperhatikan kebersihan badan. Kebersihan jasmani sangat penting karena saat hamil banyak keringat, terutama di daerah lipatan kulit. Mandi dua-tiga kali sehari membentuk membersihkan badan dan mengurangi infeksi. Puting susu perlu mendapat perhatian khusus, membersihkan puting susu sambil menarik keluar sebagai persiapan laktasi. Pakaian sebaiknya dari bahan yang dapat menyerap keringat, sehingga badan selalu kering terutama di daerah lipatan kulit (Manuaba, 2009; h. 87-88).

3)    Eliminasi

Dengan kehamilan terjadi perubahan hormonal, sehingga daerah kelamin menjadi basah. Situasi basah ini menyebabkan jamur kambuh sehingga wanita hamil mengeluh gatal dan menge-luarkan keputihan. Rasa gatal sangat mengganggu, sehingga sering digaruk dan menyebabkan saat berkemih terdapat residu (sisa) yang memudahkan infeksi kandung kemih. Untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin.

Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan besar sehingga terjadi sembelit. Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil. Untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak, banyak makan makanan berserat, bila dipandang perlu dapat dibantu laksatif dosis ringan (Manuaba, 2009; h.88).

4)    Perawatan payudara

Payudara dipersiapkan untuk dapat memberikan laktasi. Dengan pakaian dalam (Bra) yang longgar, maka perkembangan payudara tidak terhalang. Puting susu penting diperhatikan agar tetap bersih. Puting susu perlu ditarik tarik sehingga menonjol dan memudahkan untuk memberikan ASI. Pernatal breast care bertujuan memelihara higiene payudara, melenturkan puting susu, dan mengeluarkan puting susu yang datar atau masuk ke dalam (Manuaba, 2010; h. 121).

5)    Hubungan seksual

Menurut manuaba (2010; h. 120), hamil bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual disarankan untuk dihentikan bila:

  • Terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan disertai rasa nyeri.
  • Terjadi perdarahan saat hubungan seksual.
  • Terdapat pengeluaran cairan yang mendadak.
  • Hentikan hubungan seksual pada mereka yang sering menga-lami keguguran, persalinan sebelum wakunya, mengalami kematian dalam kandungan, sekitar dua minggu menjelang persalian.

6)    Obat – obatan

Pengobatan penyakit pada saat hamil harus selalu memperhatikan apakah obat tersebut tidak berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin (Manuaba, 2010; h. 122).

7)    Merokok, alkohol, dan narkotika

Ketiga kebiasaan ini secara langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dan dapat menimbulkan kelahiran dengan berat badan rendah bahkan dapat menimbulkan cacat bawaan atau kelainan pertumbuhan dan perkembangan mental (Manuaba, 2010; h. 122).

8)    Keadaan darurat pada kehamilan

Menurut Manuaba (2010; h.122-123), keadaan darurat saat hamil yang mengharuskan ibu untuk memeriksakan diri adalah:

a)    Berkaitan dengan janin

    • Badan panas disertai tanda infeksi lainnya.
    • Gerak janin terasa berkurang atau menghilang.
    • Perut terasa semakin mengecil.

b)    Berkaitan dengan keadaan ibu

    • Mual muntah berlebihan.
    • Terjadi pengeluaran abnormal: cairan mendadak, lendir apalagi bercampur darah, perdarahan.
    • Tanda subjektif gestosis: sakit kepala, pandangan kabur, nyeri pada epigastrum, pembengkakan tangan, muka, kelopak mata, dan kaki, air seni berkurang.
    • Sakit perut mendadak.
    • Terjadi tanda inpartu: perut sakit disertai pengeluaran.

9)    Persiapan persalinan

Untuk mencapai keadaan optimal menjelang persalinan perlu dilakukan dua langkah penting yaitu melakukan senam hamil dan mempersiapkan keadaan payudara untuk laktasi (Manuaba, 2010; h. 123).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s