Program dan Kebijakan Teknis Masa Nifas

Paling sedikit 4 kali kunjugan masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, men-deteksi, dan menangani masalah – masalah yang terjadi (Saifuddin, 2008; h. 123).

Tabel 2.3 Asuhan kunjugan masa nifas normal

Kunjungan

Waktu

Tujuan

I

6 – 8 jam setelah persalinan

  • Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
  • Pemantauan keadaan umum ibu.
  • Melakukan hubungan antara bayi dan ibu (Bonding Attachment).
  • ASI eksklusif.

II

6 hari setelah persalinan

  • Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus dibawah umbilicus dan tidak ada tanda – tanda perdarahan abnormal.
  • Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup.
  • Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi.
  • Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak mamperlihatkan tanda – tanda penyulit.

III

2 minggu setelah persalinan

  • Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus dibawah umbilicus dan tidak ada tanda – tanda perdarahan abnormal.
  • Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup.
  • Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi.
  • Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak mamperlihatkan tanda – tanda penyulit.

IV

6 minggu setelah persalinan

  • Menanyakan pada ibu tentang penyulit – penyulit yang ia alami.
  • Memberi konseling untuk KB secara dini, imunisasi, senam nifas, dan tanda – tanda bahaya yang dialami oleh ibu dan bayi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s